persipura 3 - 2 persija (silver goal)

Persija : 1-Hendro Kartiko, 14-Ismed Sofyan, 23-Hamka Hamzah, 7-Aris Indrato, 5-Charis Yulianto, 26-Ortisan Salossa, 11-Agus Indra/Francis Wewengkang, 17-Deca Dos Santos, 19-L Cabanas/2-Mulki, 24-Fatecha, 29-Batoum Roger. Pelatih: Arcan Iurie.

Persipura: 1-Jendry C Pitoy, 7-Marwal Iskandar, 9-Mabenga Erick, 10-Eduard Ivakdalam, 14-Jack Komboy, 17-Mauy Lessy, 18-Ridwan Bauw/13-Ian Kabes, 21-Lenglolo/23-Victor Sergio, 24-Christian Worabay, 26-Boaz Sallosa/12-Korinus Fingkreow, 32-Victor Igbonerto. Pelatih: Rahmad Darmawan.

persija bermain dgn organisasi permainan yg rapi, sebenarnya mengandalkan permainan sayap lewat ortizan maupun ismed, yg sayangnya tampil kurang ofensif sehingga lebih banyak bermain bola2 panjang ke striker batoum roger maupun fatecha, sementara persipura walaupun awalnya tampil agak hati2 bermain cantik dengan operan bola2 pendek dari kaki ke kaki yang dipimpin oleh jendral lapangan tengah edward ivakdalam yg rajin naik-turun menjelajah. persipura pun berbalik menekan persija melalui possesion play, namun solo run marwal yg menusuk pertahanan kiri persija gagal membuahkan gol. sebaliknya, persija berhasil leading terlebih dahulu melalui agus indra lewat sebuah counter attack yg melibatkan cabanas dan fatecha.

persipura tidak tinggal diam. 8 menit kemudian lewat usaha keras dan tekanan terus menerus mereka berhasil menyamakan kedudukan. umpan pendek lenglolo ke sayap kanan diteruskan christian warobay dgn crossing keras ke arah boaz yg diakhiri dgn dingin oleh boaz lewat tendangan first time keras menaklukkan kiper timnas hendro kartiko.

pelatih arcan lurie terpaksa menarik penyerang agus indra karena cedera, digantikan pemain tengah francis wawengkang untuk lebih menguasai lini tengah yg didominasi persipura. ternyata hasilnya di babak kedua ia berhasil mencetak gol. umpan silang batoum roger yg sebenarnya dihadang mauly lessy berhasil mencapai francis yg naik tidak terkawal dari lini kedua sehingga dengan bebas menendang bola ke gawang meskipun sempat ditahan oleh kiper persipura jendri pitoy. 1-2 untuk persija.

sadar timnya tertinggal, pelatih rahmad darmawan memasukkan korinus fingkreow menggantikan boaz yg tampil kurang menggigit, juga memasukkan ian kebes serta gelandang argentina victor sergio, sementara persija memasukkan mulki menggantikan cabanas. rahmad juga menginstruksikan pemainnya untuk lebih banyak naik membantu serangan, khususnya dalam situasi bola2 mati. hasilnya mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat korinus. penyerang indonesia u-23 ini menyundul dgn baik sepak pojok christian warobay (ato ivakdalam ya?).

kedudukan 2-2 bertahan hingga akhir 90 menit. pertandingan menuju extra time dgn sistim silver goal. terbukti taktik pelatih persipurta sangat efektif dengan memanfaatkan bola2 mati. gol ketiga sekaligus silver goal persipura kembali lahir dari corner (entah warobay ato ivakdalam) yg kemudian ‘dicuri’ ian kebes dari belakang pemain persija. bola ditendang kebes dan sempat membentur tiang sebelum masuk, sementara ortizan dan pemain persija lainnya hanya bisa melihatnya. 3-2 untuk persipura setelah perpanjangan waktu pertama, pertandingan berakhir dgn silver goal. persipura juara liga djarum indonesia 2005!

menurut saya pemain2 kunci pada pertandingan tersebut adalah ivakdalam (sebutan sang jendral tampaknya tidak berlebihan), marwal (gelandang pekerja keras tanpa kompromi!), warobay (lebih bagus dari ortizan), dan kebes (lebih punya impact dibandingkan boaz) untuk persipura. trio pertahanan mereka (mauly lessy-jack komboy-victor) juga berhasil mematikan batoum roger, meskipun agak rentan serangan dari lini kedua. sementara untuk persija, agus indra mungkin bisa berbuat lebih banyak jika tidak cedera, hendro kartiko juga bermain sangat baik, sementara francis wawengkang mampu membuat lini tengah persija menahan possesion play persipura. sayang kedua wingback timnas mereka tidak bisa banyak berbuat apa-apa.